Hari ini saya kerja lebih pagi, habis subuh, langsung cari makanan untuk istri, beli di warteg dan nasi uduk saja, kemudian langsung berangkat.
Keuntungannya: Parkiran bisa milih tempat yang teduh
Bisa pulang lebih awal
Waktu terpakai dengan baik, tanpa tidur setelah subuh
Pikiran lebih fresh
Thursday, June 25, 2009
Wednesday, January 14, 2009
Menanti Kelahiran anak ke dua
Sebentar lagi adek hafeez mau lahir, ibunya sudah terasa berat sekali bawaannya, mudah-mudahan Allah SWT mudahkan proses persalinannya, dengan normal, dan bayinya lahir dengan sehat jasmani dan rohani dan selamat. "Ya Allah jadikanlah anak kami dari golongan orang-orang yang shaleh", Namanya belum diputuskan.
Thursday, January 08, 2009
Hikmah hari ini
Sepertinya senang dan tenang jika memiliki sahabat dan teman dimana saja, sehingga ketika ingin berbicara ada yang mendengarkan, ingin minta nasehat ada yang memberi, memberi nasehat ada yang mengamalkan. Sedikit senyuman dan sapa tanya, bertanya kabar, empati terhadap keadaan saudara kita sesungguhnya cukup baik untuk mempererat silaturahmi.
Friday, October 24, 2008
Hari ini harus lebih baik
Pernah merasa terjebak dalam rutinitas, dari senin-jumat, sabtu- ahad dan kemudian senin-jumat, sabtu-ahad kembali. Pernah merasa tidak ada peningkatan ruhiyah, peningkatan amal, peningkatan akhlak. Merugi orang yang pada hari ini sama dengan hari kemarin, celaka orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, dan beruntung orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin.
Betapa luas dan banyaknya pintu amal, dan betapa lemahnya semangat kita untuk menambah amal melalui salah satu pintu-pintu itu, sampai akhirnya kita sadar tubuh sudah tua, dan bau tanah, dan hanya menjadi beban bagi anak dan cucu.
Kemalasan hanya akan menjadi penyesalan di hari ketika penghitungan, di hari ketika tidak ada lagi waktu untuk menamam, yang ada adalah waktu untuk memanen. Manusia yang mendapati hasil panenannya banyak dan bermanfaat akan bersenang gembira sedangkan manusia yang memanen hasil yang buruk, berulat, dan gersang akan bersedih dan bermuram durja.
Ya Allah, kami sering lupa bermohon pada Mu, merasa diri punya kemampuan untuk menyelesaikan ini semua, padahal hanya kepada Mu lah kami bergantung, tiada daya dan upaya tanpa pertolonganmu ya Allah, maafkanlah kami telah berlaku sombong dan menganiaya diri sendiri.
Betapa luas dan banyaknya pintu amal, dan betapa lemahnya semangat kita untuk menambah amal melalui salah satu pintu-pintu itu, sampai akhirnya kita sadar tubuh sudah tua, dan bau tanah, dan hanya menjadi beban bagi anak dan cucu.
Kemalasan hanya akan menjadi penyesalan di hari ketika penghitungan, di hari ketika tidak ada lagi waktu untuk menamam, yang ada adalah waktu untuk memanen. Manusia yang mendapati hasil panenannya banyak dan bermanfaat akan bersenang gembira sedangkan manusia yang memanen hasil yang buruk, berulat, dan gersang akan bersedih dan bermuram durja.
Ya Allah, kami sering lupa bermohon pada Mu, merasa diri punya kemampuan untuk menyelesaikan ini semua, padahal hanya kepada Mu lah kami bergantung, tiada daya dan upaya tanpa pertolonganmu ya Allah, maafkanlah kami telah berlaku sombong dan menganiaya diri sendiri.
Monday, October 20, 2008
Mari Berkaca
Sosok tua itu kutaksir berumur 70 tahunan, dia sholat disampingku, dia masih berdiri untuk sholat, akan tetapi dia agak kesulitan untuk berdiri kembali jika sudah duduk iftiraisy, sungguh semangat beribadah yang patut kutiru.
Setiap aku pulang mengendarai motorku, aku melihat sekilas ke dalam masjid melalui pintu-pintunya yang terbuka lebar, dan aku melihat sosok bapak itu sedang mengaji menunggu waktu isya. Betapa iri kita jika malaikat menyalami orang-orang yang berzikir di masjid dan mengunjungi ketika ia sakit.
Cepat atau lambat kitapun akan menjadi tua, reput, lemah, bungkuk, apakah di saat- saat itu kita baru mulai untuk tekun beribadah kepada Allah SWT, pada saat sendi-sendi pun telah longgar. Mari manfaatkan masa muda, yang mana akan di tanyai oleh Allah SWT di akherat kelak.
Setiap aku pulang mengendarai motorku, aku melihat sekilas ke dalam masjid melalui pintu-pintunya yang terbuka lebar, dan aku melihat sosok bapak itu sedang mengaji menunggu waktu isya. Betapa iri kita jika malaikat menyalami orang-orang yang berzikir di masjid dan mengunjungi ketika ia sakit.
Cepat atau lambat kitapun akan menjadi tua, reput, lemah, bungkuk, apakah di saat- saat itu kita baru mulai untuk tekun beribadah kepada Allah SWT, pada saat sendi-sendi pun telah longgar. Mari manfaatkan masa muda, yang mana akan di tanyai oleh Allah SWT di akherat kelak.
Sunday, September 28, 2008
Ujian Kesenangan
Ustads Rahmat Abdullah (AllahYarham) dalam film biografi beliau, mengatakan bahwa hidup dan perjalanan dakwah ini akan ada cobaan-cobaan. Meliau mengisahkan dengan gayanya yang kelakar tentang cerita seekor monyet yang memanjat pohon yang tinggi, ketika sudah sampai diatas dahan yang tinggi, maka diseranglah ia oleh angin puting beliung, maka semakin keras ia berpegang pada dahan pohon, lalu diserang dengan angin bahorok, semakin kuat pula ia mencengkeram dan dia berhasil bertahan. Akhirnya ia dicoba dengan angin semilir yang menyerang ubun-ubunnya, lalu dia merasa terlena dan nikmat dan akhirnya mengantuk dan terjatuh.
Begitulah perumpamaan cobaan yang kita terima dalam hidup dan dakwah ini, ketika datang cobaan kesusahan, yang berupa kemiskinan, penderitaan, kesakitan, maka kebanyakan kita kuat dan terus menggenggam dakwah ini, akan tetapi ketika datang ujian kesenangan, kemudahan, jabatan, banyaknya harta, nah disaat itulah banyak dari kita yang akhirnya terlena, akhirnya kita berhenti atau kendur dalam berdakwah.
Nah, saudaraku, semoga setelah mengetahui tentang hakikat perkara ini, maka hendaknya kita bisa waspada, dan tetap istiqomah dalam keadaan apapun.
Begitulah perumpamaan cobaan yang kita terima dalam hidup dan dakwah ini, ketika datang cobaan kesusahan, yang berupa kemiskinan, penderitaan, kesakitan, maka kebanyakan kita kuat dan terus menggenggam dakwah ini, akan tetapi ketika datang ujian kesenangan, kemudahan, jabatan, banyaknya harta, nah disaat itulah banyak dari kita yang akhirnya terlena, akhirnya kita berhenti atau kendur dalam berdakwah.
Nah, saudaraku, semoga setelah mengetahui tentang hakikat perkara ini, maka hendaknya kita bisa waspada, dan tetap istiqomah dalam keadaan apapun.
Friday, August 01, 2008
Bahasa Arab Bahasa Al-Quran
Apa yang bisa saya ungkapkan untuk membuat saudaraku tertarik untuk mempelajari bahasa Arab. Bahasa arab adalah bahasa Al-Quran, Allah SWT memerintahkan untuk memahami Al-Quran, maka sarananya adalah mempelajari Bahasa Arab. Bagaimana sahabat bisa menangis ketika dibacakan ayat-ayat Al-Quran baik ketika sholat maupun diluar shalat, karena mereka memahami bahasa Al-Quran yakni Bahasa Arab fuhsah, musuh-musuh islam berusaha menjauhkan orang islam dari Al-Quran dengan mensosialisasikan bahasa amiyah(bahasa pasaran), sehingga akhirnya anak-anak orang arab tidak paham lagi bahasa Al-Quran, sehingga Al-Quran menjadi jauh dari kehidupan mereka, bagaimana mungkin bisa menjalani hidup tanpa mengerti pedoman hidup itu sendiri yakni Al-Quran.
Subscribe to:
Posts (Atom)
